Desa Wisata Hijau Bilebante di Lombok Tengah kini menjadi salah satu wajah baru pariwisata Indonesia yang semakin banyak dibicarakan. Desa ini menawarkan pengalaman liburan pedesaan yang tertata, hijau, ramah keluarga, dan dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Terletak di Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Bilebante dikenal sebagai desa wisata yang menggabungkan sawah, kebun, kuliner, homestay warga, jalur sepeda, ATV, Pasar Pancingan, spa desa, hingga kelas memasak khas Lombok. Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat Bilebante sebagai desa yang menyuguhkan keasrian alam, lahan persawahan, homestay, bumi perkemahan, kolam renang, Pasar Pancingan, jalur sepeda, serta sentra pelatihan UMKM pengolahan rumput laut.
Desa Wisata Hijau Bilebante yang Makin Dikenal Wisatawan
Bilebante bukan hanya tempat singgah untuk berfoto di area sawah. Desa ini berkembang sebagai destinasi berbasis masyarakat, tempat wisatawan dapat melihat langsung bagaimana warga mengelola ruang desa menjadi tempat rekreasi, edukasi, kuliner, dan penginapan. Kekuatan utama Bilebante terletak pada suasana pedesaan Lombok yang masih terasa dekat, tetapi fasilitas wisatanya sudah dibuat lebih terarah.
Pengakuan nasional ikut membuat nama Bilebante semakin menguat. Kementerian Pariwisata mengumumkan Desa Wisata Hijau Bilebante sebagai Juara Umum Desa Wisata Terbaik Nasional dalam Wonderful Indonesia Awards 2025, sementara laporan Antara menyebut penghargaan ini diberikan kepada desa yang mampu menghadirkan pengalaman otentik dan pemerataan ekonomi.
“Bilebante memberi kesan kuat sejak awal kedatangan. Area hijaunya terawat, aktivitasnya beragam, dan warga menyambut wisatawan dengan cara yang hangat tanpa dibuat berlebihan.”
Lokasi Bilebante dan Cara Menuju Desa Wisata
Desa Wisata Hijau Bilebante berada di Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Posisi ini membuat Bilebante cukup nyaman dimasukkan dalam rencana perjalanan Lombok karena dapat dijangkau dari Mataram, kawasan Mandalika, maupun beberapa jalur utama menuju Lombok Tengah. Indonesia Travel mencatat desa ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Mataram dan sekitar 45 menit dari kawasan Mandalika, dengan mobil pribadi atau motor sewaan sebagai pilihan transportasi yang paling mudah.

Akses dari Mataram
Dari Mataram, perjalanan ke Bilebante terasa cocok untuk agenda setengah hari atau satu hari penuh. Wisatawan dapat berangkat pagi, menikmati Pasar Pancingan, mencoba kuliner desa, lalu lanjut bersepeda atau naik ATV di area persawahan. Akses jalan menuju desa sudah cukup mendukung perjalanan wisata harian, terutama bagi keluarga, komunitas, dan rombongan kecil.
Akses dari Mandalika
Dari Mandalika, Bilebante bisa menjadi pilihan wisata darat yang berbeda dari suasana pantai. Rutenya membawa wisatawan masuk ke kawasan pedesaan Lombok Tengah, dengan suasana yang lebih tenang. Bagi wisatawan yang menginap di area Kuta Mandalika, kunjungan ke Bilebante dapat dibuat sebagai perjalanan siang hingga sore sebelum kembali ke hotel.
Waktu Kunjungan yang Disarankan
Waktu terbaik untuk datang adalah pagi hari, terutama jika ingin menikmati udara persawahan, mencoba kuliner pasar, atau bersepeda sebelum matahari terasa lebih terik. Indonesia Travel juga menyarankan musim kemarau, sekitar Mei sampai September, agar aktivitas luar ruang seperti bersepeda lebih nyaman dilakukan.
Pesona Hijau yang Menjadi Identitas Bilebante
Nama Desa Wisata Hijau bukan sekadar label promosi. Bilebante dikenal karena bentang persawahan, kebun warga, area teduh Pasar Pancingan, serta kegiatan wisata yang banyak dilakukan di ruang terbuka. Pengelola desa juga menawarkan pengalaman menyusuri sawah dan hutan dengan sepeda atau ATV, kuliner masa kecil khas Lombok, belajar memanah, hingga pijatan khas Bilebante.

Sawah, Kebun, dan Gunung sebagai Latar Perjalanan
Salah satu pengalaman paling kuat di Bilebante adalah melihat sawah dari dekat. Jalur wisata tidak hanya melewati area hijau, tetapi juga membawa pengunjung mengenal kebun sayur dan buah milik warga. Pengelola menyebut jalur sepeda memiliki beberapa pilihan, mulai dari 3 kilometer dan 4 kilometer untuk pemula hingga 8 kilometer untuk tingkat menengah.
Desa yang Berangkat dari Kerja Warga
Situs resmi Desa Wisata Bilebante menjelaskan bahwa desa wisata ini dibangun oleh masyarakat sekitar secara swadaya dan didukung kerja sama dengan berbagai pihak untuk membangun fasilitas secara bertahap. Hal ini membuat pengalaman wisata di Bilebante terasa dekat dengan warga, bukan hanya dikelola sebagai tempat rekreasi biasa.
Transformasi dari Area Bekas Galian Pasir
Salah satu fakta penting yang membuat Bilebante menarik adalah riwayat perubahan ruangnya. Antara melaporkan keterangan Kepala Desa Wisata Hijau Bilebante, Asrok, bahwa wilayah ini pernah menjadi area galian tambang pasir, lalu dikembalikan ke pertanian dan dikembangkan menjadi daerah pariwisata.
Lima Hal yang Paling Menarik di Desa Wisata Hijau Bilebante
Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan di Bilebante, tetapi lima pengalaman berikut menjadi alasan utama desa ini layak masuk daftar kunjungan saat berada di Lombok. Masing masing menawarkan sudut yang berbeda, dari wisata alam, kuliner, relaksasi, sampai interaksi dengan warga.

1. Bersepeda di Tengah Sawah dan Kebun Warga
Bersepeda menjadi salah satu kegiatan paling khas di Bilebante. Rute sepeda melewati tepi sungai, persawahan, kebun sayur, kebun buah, kampung Hindu dan Muslim, Jembatan Pancasila yang disebut dibangun pada masa Belanda, Lingkoq Jodoh, serta industri rumahan pembuatan semat. Pengelola menyediakan pilihan jalur 3 kilometer, 4 kilometer, dan 8 kilometer, sehingga wisatawan dapat menyesuaikan dengan tenaga dan waktu.
Aktivitas ini cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati Lombok dari sisi yang lebih pelan. Bukan hanya bergerak dari satu titik foto ke titik lain, wisatawan diajak melihat ruang hidup warga, lahan pertanian, dan suasana desa yang masih aktif.
2. Menjelajah Sawah dan Kebun dengan ATV
Bagi pengunjung yang ingin pengalaman lebih dinamis, ATV menjadi pilihan menarik. Paket rute pendek berdurasi 30 sampai 45 menit dibanderol Rp175.000, termasuk pemandu dan jasa foto di spot hamparan sawah serta Tugu Sepeda. Sementara rute panjang berdurasi 60 menit dibanderol Rp250.000, dengan rute yang mencakup kebun herbal, rumah penduduk, Wellness Center, hamparan sawah seluas 226 hektare, bale pertemuan, dan jalan pertanian.
ATV di Bilebante tidak hanya ditujukan untuk sensasi berkendara. Rutenya tetap membawa wisatawan melihat kebun herbal, permukiman, dan area pertanian. Pengelola juga menyarankan pemesanan beberapa hari sebelum datang karena jumlah ATV belum banyak.
3. Pasar Pancingan yang Menyatukan Kuliner dan Rekreasi
Pasar Pancingan menjadi pusat keramaian wisata Bilebante, terutama pada akhir pekan. Di sini wisatawan dapat menikmati suasana kebun, pemandangan sawah, makanan lokal, kegiatan memancing, dan aktivitas keluarga. Situs resmi Bilebante menyebut Pasar Pancingan sebagai tempat untuk kuliner ala kampung, memancing, belajar memanah, menikmati suasana kebun, dan mencoba makanan dengan harga yang ramah untuk wisata keluarga.
Atourin mencatat Pasar Pancingan Bilebante dapat dikunjungi setiap hari Minggu pukul 08.00 sampai 13.00 WITA, dengan berbagai kuliner khas desa wisata.

4. Spa dan Pijat Tradisional di Area Desa
Bilebante juga dikenal dengan layanan body treatment dan spa desa. Pengelola menawarkan paket perawatan untuk pria dan wanita, mulai dari aromatherapy massage, traditional massage, reflexology, body scrub, body mask, hingga face acupressure. Untuk paket pria, harga promosi yang tercatat pada situs resmi berada di kisaran Rp135.000 sampai Rp260.000, sedangkan paket wanita tercatat mulai Rp90.000 sampai Rp225.000, dengan catatan biaya tambahan bila ingin layanan luar ruang atau tepi sawah.
Layanan ini menarik karena dikerjakan oleh warga yang dilatih untuk memberikan perawatan wisata kebugaran. Pada halaman resmi desa, pengelola juga menyebut terapis warga desa telah dilatih oleh tim Marta Tilaar.
“Setelah bersepeda di jalur sawah, sesi pijat di Bilebante terasa seperti jeda yang pas. Suasananya sederhana, tetapi pengalamannya terasa dekat dengan karakter desa.”
5. Cooking Class dan Kuliner Khas Lombok
Kelas memasak di Bilebante menjadi cara menarik untuk mengenal bumbu dan makanan lokal. Situs resmi desa menyebut kegiatan cooking class dilakukan di Pasar Pancingan dengan suasana perkebunan, antara lain membuat Ebatan, Ayam Merangkat, Plecing, dan jamu herbal ala Bilebante. Paket cooking class jamu herbal tercatat Rp300.000 untuk maksimal 10 peserta, termasuk instruktur, alat, bahan, dan minimal dua peserta.
Kegiatan ini cocok untuk rombongan sekolah, komunitas, keluarga, dan wisatawan yang ingin membawa pulang pengalaman selain foto. Dengan ikut memasak, wisatawan dapat mengenal bahan lokal, cara meracik bumbu, dan cara warga menyajikan makanan khas desa.
Fakta Fakta Menarik Desa Wisata Hijau Bilebante
Bilebante memiliki beberapa catatan menarik yang membuatnya lebih dari sekadar tempat rekreasi. Fakta berikut dapat membantu wisatawan memahami mengapa desa ini semakin sering masuk rekomendasi wisata Lombok.
- Bilebante pernah mendapat penghargaan Desa Wisata Award 2017 dari Kemendes PDTT sebagai Desa Wisata terbaik, menurut laman Jadesta Kementerian Pariwisata.
- Bilebante menjadi Juara Umum Desa Wisata Terbaik Nasional dalam Wonderful Indonesia Awards 2025.
- Desa ini memiliki fasilitas homestay, bumi perkemahan, kolam renang, Pasar Pancingan, jalur sepeda, dan sentra pelatihan UMKM pengolahan rumput laut.
- Rute ATV panjang membawa wisatawan melewati hamparan sawah seluas 226 hektare dan kebun herbal yang disebut memiliki 135 jenis tumbuhan obat.
- Kuliner UMKM Bilebante mencakup ayam merangkat, bakso rumput laut, aneka keripik, plecing, dan produk lainnya, dengan sekitar 17 produk kuliner UMKM yang pernah disebut dalam siaran pers BCA.
Rekomendasi Penginapan di Sekitar Desa Wisata Hijau Bilebante
Pilihan menginap di sekitar Bilebante terbagi menjadi dua karakter utama. Pertama, homestay warga di dalam atau dekat desa untuk wisatawan yang ingin merasakan suasana lokal. Kedua, hotel di Mataram dan sekitarnya untuk wisatawan yang membutuhkan fasilitas kota, restoran hotel, ruang pertemuan, atau akses lebih luas ke pusat layanan.

| Penginapan | Area | Cocok untuk | Kisaran harga & catatan |
|---|---|---|---|
| Homestay Desa Wisata Hijau Bilebante | Desa Bilebante | Wisatawan yang ingin menginap di rumah warga | VIP Rp450.000 Premium Rp300.000 |
| Gilang Homestay | Desa Bilebante | Backpacker dan wisata keluarga sederhana | Sekitar Rp200.000 |
| Epul Homestay | Desa Bilebante | Pengunjung yang ingin dekat dengan aktivitas desa | Sekitar Rp200.000 |
| Bagas Homestay | Desa Bilebante | Wisatawan yang ingin suasana lokal | Sekitar Rp200.000 |
| Hotel O Yuda Family Homestay | Jalan Raya Bilebante | Keluarga dan tamu yang mencari fasilitas dasar | Fasilitas utama AC, parkir, WiFi |
Harga penginapan dapat berubah mengikuti tanggal, ketersediaan kamar, musim liburan, serta kebijakan masing masing properti. Untuk homestay warga, pemesanan lebih awal sangat disarankan, terutama bila datang bersama rombongan.
Rekomendasi Tempat Makan di Sekitar Bilebante
Kuliner terbaik untuk memulai kunjungan adalah Pasar Pancingan. Tempat ini menjadi area makan, memancing, dan bersantai di suasana kebun. Wisatawan dapat mencoba makanan lokal di area desa tanpa perlu keluar jauh dari kawasan wisata. Menu yang sering dikaitkan dengan Bilebante antara lain ayam merangkat, nila bakar, sate pusut, sayur bening, urap urap, serabi rumput laut, plecing, dan minuman herbal seperti lemongrass tea.
Pilihan berikutnya adalah Paket Dulang, makan begibung ala Bilebante. Situs resmi desa mencatat paket ini disajikan secara tradisional di Pasar Pancingan dengan harga Rp150.000 untuk satu porsi dua orang, dan menu dapat diminta sesuai kebutuhan. Isi menu yang disebut pengelola mencakup ayam merangkat, nila bakar, sate pusut, sayur bening, kerupuk, dan urap urap.
Bagi wisatawan yang datang pagi, makanan ringan di Pasar Pancingan menjadi pilihan menarik sebelum beraktivitas. Serabi rumput laut cocok dicoba karena menjadi salah satu olahan khas desa yang memperlihatkan kreativitas UMKM lokal. Untuk minuman, lemongrass tea memberi rasa segar setelah berjalan di area sawah atau setelah mencoba ATV.
Pengalaman Wisata yang Terasa Dekat dengan Warga
Kelebihan Bilebante berada pada cara aktivitasnya disusun. Wisatawan tidak hanya datang, melihat, lalu pulang. Di banyak titik, pengunjung berinteraksi dengan pemandu, pedagang, pemilik homestay, pelaku UMKM, terapis, dan instruktur kelas memasak. Hal ini membuat pengalaman berwisata terasa lebih manusiawi dan tidak jauh dari kehidupan desa.

Menginap di Homestay Warga
Homestay Bilebante memberi peluang bagi wisatawan untuk merasakan suasana rumah warga. Situs resmi desa menyebut homestay ini dikelola warga, memberi kesempatan pengunjung bercengkerama dengan pemilik rumah dan masyarakat sekitar. Fasilitas yang tercatat meliputi AC, LED TV, lemari, spring bed, bantal, sprei, air minum, kipas angin, tempat sampah, dan hand sanitizer. Menu sarapan yang tersedia antara lain nasi goreng, roti bakar, teh, kopi, lemon grass tea, dan jeruk hangat.
Bertemu UMKM Lokal
Kunjungan ke Bilebante memberi ruang untuk mengenal pelaku UMKM desa. Wisatawan dapat melihat bagaimana makanan, keripik, olahan rumput laut, serta produk lokal lainnya menjadi bagian dari pengalaman wisata. BCA pernah mencatat Bilebante memiliki sekitar 17 produk kuliner UMKM, termasuk ayam merangkat, bakso rumput laut, aneka olahan keripik, dan plecing.
Belajar dari Ruang Desa yang Hidup
Bilebante cocok untuk keluarga yang ingin memperkenalkan anak pada alam, pertanian, dan kehidupan desa. Anak anak dapat melihat sawah, kebun, kolam, pasar, aktivitas memasak, dan kerajinan lokal. Bagi orang dewasa, desa ini memberi pengalaman yang lebih pelan dibanding perjalanan ke destinasi pantai yang ramai.
“Yang membuat Bilebante berkesan bukan hanya hijaunya sawah, tetapi cara warga mengajak pengunjung ikut masuk ke aktivitas desa. Ada rasa diterima, bukan sekadar dilayani.”
Itinerary Sehari di Desa Wisata Hijau Bilebante
Agar kunjungan lebih tertata, wisatawan dapat menyusun perjalanan sejak pagi. Jadwal berikut bisa menjadi acuan untuk wisata keluarga, pasangan, atau rombongan kecil.
Pagi Hari, Pasar Pancingan dan Kuliner Desa
Datang sekitar pukul 08.00 WITA saat udara masih nyaman. Mulailah dari Pasar Pancingan untuk sarapan ringan, mencicipi jajanan lokal, dan melihat suasana pasar. Jika datang pada hari Minggu, waktu ini menjadi pilihan ideal karena pasar lebih hidup.
Menjelang Siang, Sepeda atau ATV
Setelah mengenal area pasar, lanjutkan dengan bersepeda di jalur sawah atau mencoba ATV. Pilih sepeda bila ingin suasana santai dan lebih dekat dengan area pertanian. Pilih ATV bila ingin menjelajah rute lebih luas dengan waktu lebih singkat.
Siang Hari, Paket Dulang dan Istirahat
Waktu makan siang dapat diisi dengan Paket Dulang atau menu lain di kawasan Pasar Pancingan. Makan begibung memberi pengalaman makan bersama yang cocok untuk keluarga atau rombongan. Setelah itu, istirahat sejenak di area teduh sebelum melanjutkan aktivitas.
Sore Hari, Spa atau Foto di Area Persawahan
Sore hari cocok untuk body treatment, foto di spot desa, atau menikmati suasana sawah. Jika tidak menginap, wisatawan dapat kembali ke Mataram atau Mandalika setelah sore. Jika menginap, malam dapat diisi dengan suasana homestay dan makan bersama pemilik rumah, seperti jadwal paket tour Bilebante yang mencantumkan makan malam bersama pemilik homestay dan pagelaran kesenian Jenggala.
Tips Berkunjung ke Bilebante agar Lebih Nyaman
Persiapan sederhana akan membuat perjalanan ke Bilebante lebih lancar. Karena banyak aktivitas dilakukan di ruang terbuka, wisatawan sebaiknya memilih pakaian yang menyerap keringat, alas kaki nyaman, topi, dan membawa air minum pribadi.

Siapkan Uang Tunai
Sebagian transaksi di pasar dan warung lokal lebih mudah dilakukan dengan uang tunai. Siapkan pecahan kecil untuk membeli jajanan, minuman, atau membayar aktivitas tambahan.
Pesan Aktivitas Sebelum Datang
Untuk ATV, pengelola menyarankan pemesanan beberapa hari sebelum kedatangan karena jumlah unit belum banyak. Hal serupa juga berlaku untuk cooking class, homestay, dan paket rombongan.
Datang Lebih Pagi
Pagi hari memberi pengalaman terbaik untuk menikmati sawah, pasar, dan jalur sepeda. Cahaya pagi juga membuat area persawahan terlihat lebih jelas untuk foto perjalanan.
Hormati Ruang Warga
Bilebante adalah desa yang tetap menjadi tempat tinggal masyarakat. Saat melintas di kampung, kebun, tempat ibadah, atau rumah warga, wisatawan perlu menjaga sikap, meminta izin sebelum memotret orang, dan tidak mengganggu aktivitas harian.
Mengapa Bilebante Layak Masuk Daftar Wisata Lombok
Bilebante menawarkan variasi yang cukup lengkap untuk sebuah desa wisata. Ada lanskap hijau, aktivitas luar ruang, kuliner lokal, homestay warga, spa, kelas memasak, dan jalur perjalanan yang tidak terlalu jauh dari Mataram maupun Mandalika. Desa ini juga sudah mendapatkan pengakuan dari beberapa ajang dan lembaga, mulai dari Desa Wisata Award 2017 hingga Wonderful Indonesia Awards 2025.
Bagi wisatawan yang sudah sering melihat Lombok dari sisi pantai, Bilebante memberi pilihan perjalanan yang berbeda. Di sini, wisatawan dapat memulai hari dari pasar desa, mengayuh sepeda di antara persawahan, makan bersama dengan sajian lokal, lalu menutup kunjungan dengan pijat tradisional atau teh sereh hangat.
Catatan Kunjungan Sebelum Berangkat
Sebelum datang, wisatawan sebaiknya memastikan kembali jadwal Pasar Pancingan, ketersediaan homestay, paket sepeda, ATV, cooking class, dan layanan body treatment melalui pengelola. Beberapa harga yang tercatat di laman resmi dan platform perjalanan dapat berubah sewaktu waktu. Untuk rombongan, pemesanan lebih awal akan membantu warga menyiapkan pemandu, makanan, perlengkapan, dan penginapan sesuai jumlah peserta.
