Ada destinasi di Kalimantan Selatan yang rasanya “ringan” untuk didatangi, tapi begitu sampai, pemandangannya terasa besar dan lapang. Bukit Rimpi di Kabupaten Tanah Laut adalah salah satunya. Perbukitan hijau dengan padang sabana yang membentang ini dikenal luas sebagai “Bukit Teletubbies” karena kontur bukitnya yang bergelombang, rapi, dan fotogenik dari berbagai sudut.
Bukit Rimpi sering diburu untuk menikmati momen matahari terbit, ketika kabut tipis dan cahaya pagi membuat hamparan hijau tampak lebih lembut. Banyak pengunjung datang lebih awal, memilih titik pandang yang tenang, lalu menunggu garis terang pertama muncul dari balik bukit.
Mengenal Bukit Rimpi, Perbukitan Hijau Ikonik di Tanah Laut
Bukit Rimpi berada di wilayah Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Lokasinya dikenal sebagai area perbukitan sabana hijau yang membentuk lanskap bergelombang.
Nama “Bukit Teletubbies” yang melekat bukan sekadar julukan. Dari atas, kontur bukit terlihat seperti gundukan hijau berlapis yang menyambung satu sama lain, mirip lanskap serial anak yang populer itu.

Kenapa disebut savana hijau
Savana di Bukit Rimpi identik dengan hamparan rumput luas yang mendominasi pemandangan. Saat kondisi rumput sedang bagus, warna hijau terlihat merata dan bersih, membuat bukit tampak seperti karpet alam. Ciri inilah yang membuat foto dan video di sini sering terlihat “rapi” tanpa perlu banyak pengaturan sudut.
Di beberapa momen, Anda juga bisa menjumpai ternak yang merumput di sekitar area perbukitan, menambah kesan pedesaan yang alami dan tenang.
Bukit Rimpi sebagai geosite
Bukit Rimpi juga diperkenalkan sebagai salah satu geosite, dan informasi rute serta kondisi jalan menuju lokasi banyak dibahas dalam publikasi geowisata daerah. Dalam catatan pengelola geosite, akses menuju area mendekati parkir dapat berupa jalan tanah, sementara dari kota menuju lokasi umumnya sudah tersedia penunjuk arah.
Daya Tarik Utama: Sunrise di Atas Hamparan Bukit Hijau
Kalau Anda hanya punya satu target saat datang ke Bukit Rimpi, banyak orang akan memilih sunrise. Pagi hari memberikan kombinasi terbaik: suhu lebih nyaman, cahaya lebih halus, dan suasana masih lengang sebelum pengunjung bertambah.
Momen sunrise juga sering menjadi alasan wisatawan rela berangkat lebih awal dari Pelaihari atau bahkan dari Banjarmasin, karena begitu matahari naik, detail kontur bukit terlihat jelas dan warna rumput tampak lebih hidup.
Titik pandang yang paling sering diburu
Setelah tiba dan mulai berjalan menaiki area bukit, Anda akan menemukan beberapa punggung bukit yang terbuka menghadap ke arah perbukitan lain. Titik yang “bagus” biasanya bukan satu lokasi tunggal, melainkan punggung bukit yang memberikan garis pandang tanpa banyak halangan.
Arahkan perhatian pada tempat yang memiliki bidang rumput luas di depan Anda, lalu cari komposisi kontur bergelombang. Di sinilah julukan “Bukit Teletubbies” biasanya terasa paling kuat di kamera.

Waktu terbaik datang untuk sunrise
Bila Anda mengejar sunrise, pastikan mengecek kondisi akses setempat, terutama jika Anda datang sangat pagi. Pilih hari dengan cuaca cerah, karena kabut tebal dan hujan bisa membuat jalur rumput licin serta pandangan tertutup.
Karakter cahaya pagi yang membuat foto lebih bersih
Pagi hari memberi cahaya miring yang menonjolkan tekstur rumput dan kontur bukit. Foto perbukitan sering terlihat lebih “berlapis” karena bayangan halus di lekukan tanah. Inilah alasan banyak fotografer lebih suka datang saat matahari baru naik dibanding tengah hari yang cahayanya keras.
“Saya selalu menunggu momen ketika garis terang pertama muncul pelan, karena bukit hijau di sini berubah warna dari dingin ke hangat dalam hitungan menit.”
Lima Hal Menarik yang Membuat Bukit Rimpi Wajib Masuk Daftar Wisata Tanah Laut
Bukit Rimpi memang tidak menawarkan wahana buatan yang ramai. Namun kekuatannya justru ada pada detail alam yang sederhana, rapi, dan sangat mudah dinikmati. Berikut lima hal yang biasanya paling berkesan bagi wisatawan.
1. Lanskap bergelombang yang konsisten dari banyak sudut
Tidak semua bukit punya pola kontur yang “teratur”. Di Bukit Rimpi, gundukan bukit menyambung seperti gelombang dan menciptakan repetisi bentuk yang enak dipandang. Karena pola ini menyebar, Anda bisa berpindah titik tanpa kehilangan karakter utama lanskapnya.
Efeknya terasa saat Anda mengambil foto lebar. Anda tidak perlu mencari “satu spot” saja, sebab beberapa langkah saja bisa memberi komposisi baru, dari garis bukit yang membelah frame sampai lekukan yang membentuk pola diagonal.

2. Savana hijau yang tampak seperti karpet alam
Hamparan rumput adalah identitas visual Bukit Rimpi. Saat musimnya tepat, permukaan bukit terlihat bersih dan hijau merata, membuat tempat ini sangat menarik untuk foto potret, foto keluarga, sampai konten perjalanan yang menonjolkan suasana lapang.
Di momen tertentu, rumput bisa berubah warna mengikuti musim. Karena itu, pengalaman visual Anda juga bisa berbeda antara satu kunjungan dan kunjungan berikutnya.
3. Trek ringan yang ramah untuk wisatawan umum
Banyak pengunjung memilih trekking santai, bukan pendakian berat. Medannya berupa bukit rumput dengan kemiringan yang bervariasi. Anda tetap butuh alas kaki yang aman, tetapi secara umum ini termasuk wisata alam yang mudah dinikmati tanpa peralatan khusus.
Untuk pengalaman lebih nyaman, atur ritme jalan dan fokus pada keselamatan saat rumput basah. Hindari berlari atau memotong jalur terlalu curam, karena permukaan bisa licin.
4. Spot foto natural tanpa perlu banyak properti
Bukit Rimpi kuat karena latarnya sudah “jadi”. Anda bisa mengambil foto dengan komposisi sederhana: satu orang berjalan di punggung bukit, siluet saat matahari naik, atau foto lebar yang menonjolkan repetisi kontur.
Kunci foto di sini biasanya ada pada pemilihan garis bukit sebagai elemen utama. Saat Anda menempatkan punggung bukit sebagai garis depan, latar bukit berlapis akan otomatis memberi kedalaman.
5. Akses yang relatif dekat dari pusat Pelaihari dan Banjarmasin
Salah satu alasan Bukit Rimpi sering muncul di daftar wisata Tanah Laut adalah aksesnya yang relatif masuk akal untuk perjalanan darat. Dengan perencanaan yang rapi, Anda bisa datang pagi, menikmati bukit, lalu melanjutkan agenda kuliner atau mampir destinasi lain di Tanah Laut.
Dari sisi pengalaman wisata, ini membuat Bukit Rimpi cocok untuk rencana singkat. Anda bisa datang pagi, menikmati bukit, lalu melanjutkan agenda kuliner atau mampir destinasi lain di Tanah Laut.
Lokasi dan Akses Menuju Bukit Rimpi
Menentukan rute sejak awal akan membuat perjalanan lebih nyaman, terutama bila Anda datang dari luar Tanah Laut. Informasi lokasi paling sering merujuk ke wilayah Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
Di beberapa panduan perjalanan, Anda akan diarahkan mengikuti jalur utama menuju Pelaihari lalu mencari petunjuk menuju Bukit Rimpi. Anda biasanya akan menemukan penunjuk arah setelah melewati pusat kota Pelaihari, lalu melanjutkan perjalanan sampai mendekati area perbukitan.

Rute singkat dari Pelaihari
Dari pusat Pelaihari, perjalanan umumnya terasa singkat. Gunakan kendaraan yang nyaman untuk jalan campuran, karena pada beberapa titik mendekati lokasi bisa terdapat bagian jalan yang belum sepenuhnya mulus.
Rute dari Banjarmasin
Jika Anda berangkat dari Banjarmasin, siapkan waktu perjalanan darat yang cukup. Dengan berangkat lebih pagi, Anda bisa menghindari lalu lintas padat dan punya waktu memilih titik pandang terbaik.
Perkiraan biaya masuk dan jam kunjungan
Anggap informasi tiket masuk dan jam kunjungan sebagai acuan awal, lalu siapkan dana cadangan dan pastikan mengikuti ketentuan terbaru di lapangan.
Cara Menikmati Bukit Rimpi Tanpa Tergesa
Bukit Rimpi paling terasa indah ketika Anda memberi ruang untuk berjalan pelan. Ini bukan tempat yang cocok dinikmati dengan terburu buru, karena perubahan sudut pandang menjadi bagian penting dari pengalaman.
Anda bisa memulai dari titik parkir, berjalan naik secukupnya, lalu berhenti di punggung bukit untuk melihat lapisan perbukitan di depan. Setelah itu, lanjutkan perlahan ke titik yang lebih tinggi bila kondisi tubuh dan cuaca mendukung.

Susunan agenda kunjungan yang nyaman
Banyak wisatawan memilih pola sederhana. Tiba, orientasi lokasi, ambil foto lebar, lalu jalan mengikuti kontur bukit. Setelah itu, duduk sejenak dan menikmati suasana, baru mengambil foto detail atau potret.
Jika Anda datang untuk sunrise, pastikan menyiapkan minum hangat dan camilan kecil. Pagi di perbukitan bisa terasa lebih dingin, dan menunggu cahaya terbaik sering membutuhkan waktu.
Perlengkapan yang disarankan
Perjalanan Anda akan jauh lebih aman dengan sepatu yang tidak licin, topi, dan pelindung matahari. Bila rumput basah, hindari sandal licin karena jalur menurun bisa membuat langkah tidak stabil.
Bawa juga kantong sampah kecil. Area perbukitan terbuka seperti ini akan tetap cantik jika wisatawan ikut menjaga kebersihannya.
“Saya selalu membawa kantong sampah sendiri, karena pemandangan selapang ini terasa sayang kalau dirusak oleh hal kecil yang sebenarnya bisa kita cegah.”
Rekomendasi Penginapan di Sekitar Bukit Rimpi
Mencari penginapan paling praktis biasanya berpusat di Pelaihari, karena kota ini menjadi titik singgah utama sebelum menuju Bukit Rimpi. Di Pelaihari dan sekitarnya, tersedia hotel sederhana hingga penginapan budget yang cocok untuk wisata singkat.
Berikut rekomendasi yang bisa Anda jadikan referensi. Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan jam berangkat, kenyamanan, dan rencana wisata lanjutan.

| Nama penginapan | Area | Kelebihan untuk wisata Bukit Rimpi |
|---|---|---|
| Sinar Hotel Pelaihari | Pelaihari | Cocok untuk bermalam lalu berangkat pagi |
| Hotel Candri Pelaihari | Pelaihari | Opsi budget untuk singgah cepat |
| GW Homestay | Tanah Laut, sekitar Pelaihari | Alternatif homestay dengan suasana sederhana |
Jika target Anda sunrise, pilih penginapan yang memungkinkan Anda berangkat lebih awal tanpa proses check out yang merepotkan. Tanyakan juga ketersediaan sarapan pagi atau opsi sarapan bungkus.
Rekomendasi Kuliner di Sekitar Pelaihari dan Tanah Laut
Perjalanan ke Bukit Rimpi akan terasa lebih lengkap bila Anda menutupnya dengan kuliner lokal. Tanah Laut punya identitas makanan yang kuat, terutama olahan ikan, menu khas Banjar, serta beberapa sajian yang memang dikenal sebagai ciri daerah.
Di sisi oleh oleh, wisatawan biasanya mencari produk pesisir seperti kerupuk ikan dan udang, amplang, ikan asin, sampai madu hutan yang sering diburu untuk dibawa pulang.
Tempat makan yang sering dicari di Pelaihari
Di Pelaihari, Anda bisa menemukan rumah makan yang menawarkan menu berkuah, olahan tulangan, sate, sampai sajian khas Banjar yang lebih rumahan. Untuk pengalaman yang lebih tepat sasaran, tanyakan rekomendasi ke warga setempat, karena tempat makan favorit biasanya berubah mengikuti jam ramai dan ketersediaan menu harian.
Menu khas Tanah Laut yang layak dicari
Beberapa menu yang sering diburu wisatawan adalah olahan ikan khas daerah, menu gangan asam yang segar, serta lauk berbumbu yang cocok disantap setelah berjalan di bukit. Jika Anda ingin yang ringan, amplang dan kerupuk ikan biasanya menjadi pilihan aman untuk oleh oleh.
Agar pengalaman kuliner lebih terarah, Anda bisa menyesuaikan pilihan menu dengan waktu kunjungan.
- Setelah sunrise, cari sarapan hangat seperti soto atau nasi sop
- Setelah siang, pilih menu berkuah segar seperti gangan asam
- Menjelang pulang, beli oleh oleh ringan seperti amplang atau kerupuk ikan
Fakta Menarik Tentang Bukit Rimpi dan Sekitarnya
Bukit Rimpi tidak sekadar cantik untuk foto. Ada beberapa catatan yang membuat destinasi ini menarik dari sisi karakter wilayah.
Bukit ini berada di wilayah Pelaihari, Tanah Laut, dan aksesnya relatif mudah untuk perjalanan darat sehingga cocok untuk agenda singkat tanpa harus menyusun perjalanan berhari hari.

Julukan “Bukit Teletubbies” yang sudah menjadi identitas populer
Penyebutan “Bukit Teletubbies” memudahkan promosi wisata Tanah Laut karena orang langsung membayangkan lanskap bukit hijau bergelombang. Identitas visual ini juga membuat Bukit Rimpi mudah dikenali di media sosial.
Catatan kondisi akses menjelang lokasi
Mendekati lokasi, jalur menuju area parkir bisa berubah menjadi jalan campuran. Saat cuaca hujan, beberapa titik dapat terasa lebih licin, jadi pengemudi perlu menjaga kecepatan dan memilih jalur yang aman.
Kisaran biaya kunjungan yang ramah wisata keluarga
Bukit Rimpi kerap dipilih sebagai wisata keluarga, wisata komunitas foto, sampai agenda singkat akhir pekan karena biaya kunjungan yang relatif terjangkau, ditambah suasana alam yang lapang dan mudah dinikmati.
Etika Berkunjung: Menjaga Savana Tetap Rapi dan Nyaman
Keindahan Bukit Rimpi sangat bergantung pada kondisi rumput dan kebersihan area. Karena lanskapnya terbuka, sampah kecil pun mudah terlihat dan mengganggu pemandangan.
Biasakan membawa kembali sampah Anda, menghindari merusak rumput, dan tidak membuat jalur baru yang memperlebar area tanah terbuka. Jika Anda menemukan ternak merumput, jaga jarak aman dan jangan memancing hewan mendekat hanya untuk foto.
Catatan keselamatan sederhana yang sering diabaikan
Savana hijau terlihat aman, tetapi kondisi bisa berubah cepat saat angin kencang, hujan, atau rumput basah. Jaga langkah di turunan, dan bila cuaca berubah, prioritaskan kembali ke area aman.
Untuk pengunjung yang membawa anak, pilih area punggung bukit yang tidak terlalu curam dan tetap dalam jangkauan pengawasan.
Rencana Itinerary Singkat yang Realistis untuk Wisatawan
Banyak orang datang ke Bukit Rimpi sebagai bagian dari perjalanan singkat di Tanah Laut. Agar waktu Anda efisien, berikut pola perjalanan yang sederhana dan mudah diikuti tanpa terburu buru.
Anda bisa berangkat dari penginapan di Pelaihari, menuju Bukit Rimpi, menikmati puncak bukit dan foto, lalu turun sebelum matahari terlalu tinggi. Setelah itu, Anda bisa lanjut makan siang di Pelaihari dan membeli oleh oleh khas Tanah Laut sebelum kembali ke kota asal.
Checklist sebelum berangkat
Pastikan semua persiapan sudah rapi sejak malam sebelumnya, karena momen terbaik di Bukit Rimpi sering datang cepat.
- Sepatu dengan tapak aman
- Air minum yang cukup
- Topi dan pelindung matahari
- Jaket tipis untuk pagi
- Kantong sampah kecil
- Baterai ponsel penuh untuk foto
“Saya selalu berangkat dengan perlengkapan yang sederhana, tapi rapi. Di bukit seperti ini, yang paling mahal justru momen pagi yang tidak bisa diulang.”
