Rabeg adalah salah satu kuliner legendaris khas Banten yang kaya rempah, penuh sejarah, dan sarat makna budaya. Masakan ini dikenal dengan kuahnya yang kental, beraroma kuat, serta perpaduan rasa manis, gurih, dan hangat yang berasal dari berbagai rempah pilihan. Biasanya, Rabeg dimasak menggunakan daging kambing atau sapi, kadang juga memanfaatkan jeroan, sehingga menghasilkan cita rasa yang unik dan menggugah selera.
“Menurut saya, Rabeg adalah sajian yang tidak hanya memuaskan perut, tetapi juga membawa kita pada perjalanan sejarah dan kekayaan budaya Banten. Setiap suapan terasa seperti potongan kisah dari masa lalu.”
Sejarah Rabeg dan Jejak Budayanya
Asal Usul Rabeg
Konon, Rabeg mulai dikenal pada masa Kesultanan Banten. Diceritakan, Sultan Maulana Hasanuddin mencicipi masakan berempah dari kota Rabigh di Arab Saudi ketika melakukan perjalanan. Terinspirasi dari hidangan tersebut, sang Sultan meminta para juru masak istana untuk membuat olahan serupa dengan bahan lokal. Dari sinilah lahir masakan Rabeg yang kemudian menjadi makanan favorit bangsawan Banten.
Rabeg sebagai Warisan Kuliner
Rabeg bukan sekadar masakan, tetapi simbol hubungan antara budaya Banten dengan dunia Islam. Kaya rempah, kuat rasa, dan kental kuahnya melambangkan semangat masyarakat Banten yang tegas dan berani. Hingga kini, Rabeg sering dihidangkan dalam acara besar, mulai dari perayaan adat, hajatan keluarga, hingga jamuan penting.
Bahan-Bahan Rabeg yang Harus Disiapkan
Bahan Utama
- 1 kilogram daging kambing atau sapi (bisa juga lidah atau jeroan sesuai selera)
- 2 batang serai, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 3 cm jahe dan lengkuas, digeprek
- 1 liter air untuk kaldu
Bumbu Halus
- 10 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 5 buah cabai merah keriting
- 5 buah cabai rawit merah (sesuai selera pedas)
- 2 cm kunyit
- 1 sendok makan ketumbar bubuk
- 1 sendok teh jinten
- 2 butir kemiri sangrai
Rempah Tambahan
- 3 cm kayu manis
- 4 butir cengkih
- ½ biji pala, diparut
- 2 lembar daun jeruk
- 2 sendok makan kecap manis
- 2 sendok makan gula merah serut
- Garam secukupnya
Cara Membuat Rabeg
Tahap Persiapan
Rebus daging kambing atau sapi hingga empuk bersama serai, daun salam, jahe, dan lengkuas. Sisihkan air rebusan sebagai kaldu. Potong daging sesuai selera.
Menumis Bumbu
Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, ketumbar, jinten, dan kemiri. Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan rempah tambahan seperti kayu manis, pala, dan cengkih.
Memasak Kuah Rabeg
Masukkan daging ke dalam tumisan bumbu, tambahkan kaldu rebusan, gula merah, garam, kecap manis, dan daun jeruk. Masak dengan api kecil hingga kuah mengental dan bumbu meresap sempurna ke dalam daging.
Penyajian
Sajikan Rabeg panas bersama nasi putih dan taburan bawang goreng. Aroma harum rempah yang menyebar akan menggugah selera.
“Menurut saya, kunci dari kelezatan Rabeg adalah kesabaran. Memasak dengan api kecil membuat bumbu lebih meresap dan rasa menjadi sempurna.”
Tips Agar Rabeg Lebih Nikmat
Gunakan Rempah Segar
Rempah segar akan memberikan aroma yang lebih kuat. Kayu manis, pala, dan cengkih adalah elemen penting yang tidak boleh diabaikan.
Pilih Daging Berkualitas
Gunakan daging kambing atau sapi yang segar agar teksturnya empuk dan tidak berbau prengus. Jika menggunakan jeroan, pastikan sudah direbus hingga benar-benar bersih.
Kuah yang Kental
Tambahkan sedikit tepung beras atau sagu yang dilarutkan untuk membuat kuah lebih kental jika diperlukan. Namun, cara tradisional adalah membiarkan kuah mengental alami dengan memasak lama.
Variasi Rabeg
Rabeg Daging Sapi
Selain kambing, Rabeg juga bisa dibuat dengan daging sapi yang lebih mudah diterima oleh sebagian orang. Rasanya tetap kaya rempah dengan tekstur daging yang empuk.
Rabeg Jeroan
Di Banten, banyak juga yang menyukai Rabeg dari jeroan kambing seperti usus, hati, atau paru. Variasi ini menambah keunikan rasa sekaligus memanfaatkan semua bagian hewan.
Rabeg Pedas
Tambahkan lebih banyak cabai rawit jika ingin cita rasa Rabeg yang lebih pedas. Variasi ini cocok bagi penikmat masakan Banten yang identik dengan rasa kuat.

Nilai Gizi Rabeg
Rabeg kaya akan protein dari daging, ditambah dengan berbagai rempah yang mengandung antioksidan alami. Kunyit, jahe, dan pala bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, karena Rabeg biasanya mengandung lemak yang cukup tinggi, sebaiknya dikonsumsi secukupnya.
Popularitas Rabeg di Masa Kini
Warung Khas Banten
Rabeg kini mudah ditemukan di warung makan khas Banten, terutama di daerah Serang dan sekitarnya. Hidangan ini menjadi daya tarik kuliner bagi wisatawan.
Eksistensi di Luar Daerah
Tak hanya di Banten, Rabeg mulai dikenal di kota-kota besar Indonesia. Banyak rumah makan khas Sunda dan Betawi yang juga menyajikan menu Rabeg sebagai variasi kuliner Nusantara.
Refleksi Penulis
Sebagai penulis sekaligus pecinta kuliner Nusantara, saya merasakan bahwa Rabeg adalah warisan yang harus dijaga. Ia bukan hanya sekadar makanan, melainkan cerita panjang tentang pertemuan budaya, kekayaan rempah, dan tradisi masyarakat Banten.
“Menurut saya, mencicipi Rabeg sama dengan menghormati leluhur yang mewariskan kekayaan rasa dan budaya. Ini adalah pengalaman spiritual sekaligus kuliner.”
Rabeg sebagai Jejak Rasa dan Budaya
Resep Rabeg menghadirkan kelezatan yang tidak lekang oleh waktu. Dengan cita rasa kuat, kaya rempah, dan sejarah yang panjang, Rabeg adalah bukti betapa kuliner mampu merekatkan budaya dan identitas suatu daerah. Membuat Rabeg di rumah adalah cara untuk merasakan warisan sejarah dan kehangatan keluarga dalam satu piring penuh makna.
Rabeg bukan sekadar masakan, tetapi sebuah cerita. Setiap rempah yang berpadu adalah narasi tentang Banten, tentang Nusantara, dan tentang kekayaan rasa yang tidak pernah pudar.