Festival Pacu Jalur di Riau kembali menjadi sorotan dunia. Tradisi lomba perahu panjang di Kuantan Singingi ini telah dikenal luas sebagai salah satu warisan budaya paling unik Indonesia. Namun, tahun ini ada hal yang membuatnya semakin mencuri perhatian. Rapper internasional Melly Mike tidak hanya hadir, tetapi juga ikut serta merasakan langsung bagaimana mendebarkan sekaligus hangatnya tradisi Pacu Jalur.
Sejarah Panjang Pacu Jalur
Tradisi Pacu Jalur sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Masyarakat Kuantan Singingi awalnya menggunakan jalur atau perahu panjang sebagai sarana transportasi di Sungai Kuantan. Seiring waktu, kegiatan tersebut berubah menjadi sebuah lomba yang digelar setiap bulan Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan.
Jalur yang digunakan biasanya dibuat dari kayu pilihan, panjangnya bisa mencapai 40 meter dan mampu ditumpangi oleh 40 hingga 60 orang pendayung. Tidak hanya adu kekuatan fisik, lomba ini juga menampilkan kekompakan, seni hias jalur, serta perayaan besar yang melibatkan seluruh masyarakat.
Festival Pacu Jalur 2025 yang Mendunia
Festival Pacu Jalur tahun 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, berlangsung lebih meriah dari biasanya. Ribuan penonton memadati tepian sungai, tidak hanya dari Riau dan Indonesia, tetapi juga wisatawan mancanegara. Festival ini memang sudah menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata nasional.

Namun, kejutan datang ketika rapper asal Amerika Serikat, Melly Mike, hadir langsung. Kehadirannya menjadikan Pacu Jalur tidak sekadar festival budaya, tetapi juga simbol keterhubungan global. Ia tidak hanya tampil sebagai tamu, tetapi ikut terlibat dengan masyarakat lokal, bahkan mencoba naik perahu jalur bersama tim pendayung.
Kehadiran Melly Mike dan Kejutan di Sungai Kuantan
Rapper Melly Mike pertama kali dikenal masyarakat Riau setelah salah satu lagunya digunakan dalam video viral Pacu Jalur di media sosial. Gerakan tukang tari di haluan jalur yang berenergi dipadukan dengan musik modernnya, menciptakan perpaduan unik yang langsung menarik perhatian dunia.
Saat datang ke Riau, Melly Mike disambut meriah. Ia bukan hanya menonton, tetapi benar-benar ikut mendayung bersama masyarakat. Bahkan dalam wawancaranya, ia menyebut momen itu sebagai salah satu pengalaman paling bersejarah dalam hidupnya.
“Melihat seorang rapper internasional duduk di perahu jalur tradisional di Sungai Kuantan membuat saya merinding. Rasanya seperti dua dunia yang berbeda berpadu dalam harmoni yang indah, tradisi kuno dan modernitas menyatu begitu alami.”
Mengapa Pacu Jalur Jadi Viral
Fenomena Pacu Jalur mendunia bermula dari sebuah video viral. Seorang anak bernama Rayyan Arkan Dhika, yang menjadi tukang tari di haluan perahu, menampilkan gerakan energik dengan irama musik modern. Aksinya terekam dan diunggah ke media sosial, lalu dengan cepat menyebar luas.
Video ini kemudian dipadukan dengan lagu-lagu populer seperti karya Melly Mike, sehingga menciptakan kombinasi unik antara tradisi dan tren digital. Klub-klub sepak bola internasional seperti Paris Saint-Germain dan AC Milan, hingga atlet dunia seperti Travis Kelce serta Marc Márquez ikut meniru gerakan tersebut di media sosial. Fenomena ini menjadikan Pacu Jalur bukan hanya tontonan lokal, melainkan sorotan global.

Faktor lain yang membuat Pacu Jalur viral adalah kekuatan cerita budaya itu sendiri. Tradisi kuno yang otentik berpadu dengan era digital yang mudah membagikan momen, sehingga siapa pun bisa terhubung. Tidak hanya Indonesia, dunia pun ikut merasakan semangatnya.
“Ketika saya melihat bagaimana anak kecil di ujung jalur mampu membuat dunia menoleh ke Riau hanya dengan gerakan tari sederhana, saya sadar bahwa viralitas sejati lahir dari keaslian dan kekuatan budaya.”
Gelar Duta Pacu Jalur Dunia
Kehadiran Melly Mike tidak berhenti pada aksi di sungai. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah memberikan gelar kehormatan sebagai Duta Pacu Jalur Dunia. Hal ini bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga strategi untuk semakin memperkenalkan Pacu Jalur ke kancah global.
Dengan status tersebut, Melly Mike diharapkan bisa menjadi corong budaya Riau di dunia internasional. Ia pun dengan bangga membagikan pengalamannya di media sosial, menyebut bahwa dirinya telah menjadi bagian dari sejarah baru Pacu Jalur.
Harmoni Budaya, Musik, dan Pariwisata
Festival Pacu Jalur 2025 memperlihatkan bagaimana sebuah tradisi lokal bisa mendunia ketika dikemas dengan baik. Perpaduan antara musik modern dan tradisi membuat acara ini tidak hanya menarik bagi wisatawan budaya, tetapi juga generasi muda.
Selain menyajikan lomba perahu, festival ini juga dipenuhi dengan bazar kuliner, pameran kerajinan tangan, hingga atraksi seni tradisional Riau lainnya. Atmosfernya terasa hidup, penuh warna, dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapapun yang hadir.
Quote pribadi penulis
“Pacu Jalur bukan hanya sekadar lomba perahu, tetapi perayaan kebersamaan yang melibatkan semua orang. Dengan adanya Melly Mike, saya melihat bagaimana budaya kita bisa menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai bangsa.”
Pacu Jalur Sebagai Magnet Wisata
Kegiatan ini jelas memberi dampak positif bagi pariwisata Riau. Hotel-hotel penuh, rumah makan ramai, dan UMKM lokal mendapatkan keuntungan besar dari arus pengunjung. Pacu Jalur telah menjadi contoh nyata bagaimana budaya bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Wisatawan yang datang bukan hanya menikmati perlombaan, tetapi juga menjelajahi keindahan alam Kuantan Singingi, dari sungai yang berliku indah, hutan tropis yang rimbun, hingga keramahan masyarakat lokal. Semua ini menjadi daya tarik tambahan yang membuat pengalaman mereka semakin lengkap.
Kegiatan Menarik Lain di Sekitar Pacu Jalur
Selain menikmati semarak festival, ada banyak kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sekitar Teluk Kuantan. Salah satunya adalah mengunjungi Air Terjun Guruh Gemurai yang terkenal dengan suasana sejuk dan asri. Wisatawan juga bisa singgah di Taman Jalur & Simpang Tanah Lapang untuk menikmati pemandangan sungai serta bersantai di ruang terbuka.
Bagi pecinta sejarah, Makam Datuk Shaykh al-Azhar menjadi destinasi spiritual yang banyak diziarahi. Ada pula paket wisata alam terpadu yang ditawarkan pemandu lokal, mulai dari trekking ke hutan tropis hingga kunjungan ke mata air panas di sekitar Kuansing.
“Menjelajahi alam Kuantan Singingi setelah menyaksikan Pacu Jalur membuat saya merasa seolah mendapatkan paket lengkap, budaya dan alam yang berpadu dalam satu perjalanan.”

Penginapan di Sekitar Area Pacu Jalur
Saat festival berlangsung, penginapan di Teluk Kuantan selalu penuh sesak. Karena itu, wisatawan dianjurkan untuk memesan jauh hari sebelumnya. Meskipun belum ada hotel berbintang, Teluk Kuantan memiliki banyak guesthouse dan homestay lokal yang nyaman serta ramah di kantong.
Beberapa keluarga lokal membuka kamar untuk disewakan, memberikan pengalaman autentik tinggal bersama masyarakat setempat. Selain itu, ada juga homestay khusus yang disiapkan oleh penyelenggara acara melalui program Karisma Event Nusantara (KEN) sehingga lebih terkoordinasi bagi wisatawan luar daerah.
Rekomendasi Kuliner di Sekitar Pacu Jalur
Festival Pacu Jalur bukan hanya soal lomba perahu, tetapi juga pesta kuliner khas Riau. Salah satu yang wajib dicoba adalah Kopi Ndhablek, minuman lokal dengan rasa kuat dan unik. Ada juga camilan populer seperti piscok Anak Lanang yang cocok dinikmati di sore hari.
Selain itu, wisatawan bisa menikmati masakan khas Melayu Riau di warung lokal, seperti rendang khas Kuansing, ikan bakar segar, serta hidangan berkuah dengan bumbu rempah yang menggoda. Warung Aisyah menjadi salah satu rekomendasi tempat makan dengan rasa autentik dan suasana sederhana yang hangat.
“Menikmati kopi lokal di tepi Sungai Kuantan sambil menunggu lomba dimulai memberikan kesan mendalam bagi saya. Rasa yang sederhana namun penuh makna, sama seperti tradisi Pacu Jalur itu sendiri.”
Kilas Balik Festival di Mata Dunia
Video Pacu Jalur yang viral di media sosial, ditambah kehadiran Melly Mike, membuat festival ini disorot oleh berbagai media internasional. Klub sepak bola besar hingga selebritas dunia turut memberikan atensi, menunjukkan bahwa budaya lokal bisa menjadi daya tarik global.
Kehadiran selebritas internasional seperti Melly Mike membuktikan bahwa Pacu Jalur bukan hanya milik masyarakat Riau, tetapi telah menjadi warisan budaya dunia. Setiap kayuhan di Sungai Kuantan kini bergema hingga ke luar negeri, menandai betapa kuatnya daya tarik budaya Indonesia.
“Ketika melihat Pacu Jalur diliput oleh media internasional, saya merasa bangga sebagai orang Indonesia. Tradisi ini akhirnya mendapat tempat yang seharusnya di panggung dunia.”