Begitu matahari condong ke barat, tepian Pantai Losari berubah menjadi panggung senja. Angin asin menyapu lampu kota yang mulai menyala, pedagang pisang epe memanggang dengan bara kecil, sementara siluet kapal muncul dan lenyap di cakrawala Selat Makassar. Itulah momen yang selalu membuat saya kembali. Sebagai travel vlogger Wonderful Indonesia, saya melihat Makassar bukan hanya sebagai kota transit, melainkan kota yang menggabungkan energi pelabuhan, warisan budaya Bugis Makassar, dan akses cepat ke pulau karang bening yang jaraknya hanya beberapa menit dari pusat kota.
Lokasi, Akses, dan Orientasi
Di mana Makassar berada
Makassar terletak di pesisir barat daya Pulau Sulawesi, menghadap Selat Makassar. Kota ini menjadi simpul pertemuan jalur laut dan udara menuju Indonesia timur. Garis pantainya memanjang dari kawasan pelabuhan di utara hingga koridor Pantai Losari di pusat, lalu berlanjut ke kawasan perumahan dan kampus di selatan. Di belakang kota, perbukitan rendah menjadi pagar hijau yang sejuk saat pagi.
Cara mencapai Makassar
- Udara terbang ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Dari bandara ke pusat kota sekitar 45 sampai 60 menit tergantung lalu lintas. Pilihan transport adalah taksi bandara, taksi aplikasi, travel, atau sewa mobil.
- Laut kapal penumpang antarpulau singgah di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. Moda ini menarik bagi penjelajah yang menyukai ritme pelabuhan dan ingin membawa banyak perlengkapan.
- Darat jalur darat antar kabupaten menghubungkan Makassar dengan Maros, Pangkep, Parepare, dan Bulukumba. Kualitas jalan utama baik, cocok untuk road trip menyusuri pesisir barat Sulawesi.
Navigasi kota dan transport lokal
- Taksi aplikasi dan taksi argo cara paling sederhana untuk bergerak dari penginapan ke Losari, Fort Rotterdam, dan pelabuhan kecil menuju pulau.
- Sewa motor fleksibel dan hemat untuk pembuat konten yang mengejar sunrise dan sunset. Pakai helm dan simpan jas hujan tipis.
- Pete pete atau angkot opsi lokal yang menarik untuk merasakan ritme harian warga. Rute bervariasi dan perlu bertanya pada warga.
- Perahu cepat tradisional dari beberapa dermaga kecil untuk menyeberang ke pulau terdekat. Negosiasikan harga pulang pergi dan tentukan jam penjemputan.

Sejarah Singkat dan Karakter Kota
Pelabuhan, kerajaan, dan benteng
Nama Makassar melekat pada kisah kerajaan maritim dan jalur rempah. Pusat sejarahnya terwakili oleh Benteng Rotterdam, kompleks batu yang merekam peralihan zaman. Dindingnya yang tebal, bastion berbentuk sudut, dan halaman hijau yang teduh menjadi tempat yang pas untuk memulai kisah kota di depan kamera. Di sinilah saya sering membuka vlog dengan kalimat sederhana, lalu membiarkan langkah dan gambar yang bicara.
Identitas Bugis Makassar
Warga pesisir Sulawesi Selatan dikenal sebagai pelaut dan pedagang ulet. Jejak itu terasa pada kapal kayu pinisi yang masih berlabuh di pelabuhan tradisional. Dalam keseharian, keramahan Bugis Makassar hadir lewat senyum pedagang pasar, sapaan ramah penjaja kuliner, dan kebanggaan mereka pada coto, konro, serta jalangkote. Spirit maritim dan kebersahajaan inilah yang memberi Makassar karakter yang mudah disukai.
Daya Tarik Utama di Dalam Kota
Pantai Losari ruang publik paling populer
Losari adalah lapangan depan kota. Pada pagi, warga berolahraga dan para pemancing menunggu tarikan kecil di dermaga. Menjelang sore, pedagang pisang epe, es pisang ijo, dan kopi lokal menghidupkan suasana. Masjid Amirul Mukminin yang berdiri di atas air menambah aksen arsitektur yang fotogenik. Untuk vlog, gunakan lensa lebar 16 sampai 35 mm, ambil frame siluet manusia di tepi laut, lalu tangkap api kecil yang memantul pada wajan pisang epe.
Benteng Rotterdam dan Museum La Galigo
Kompleks benteng yang rapi ini menyajikan lorong, balkon, dan atap genting kemerahan. Di dalamnya terdapat ruang pamer yang memperkenalkan sejarah Sulawesi Selatan, mulai dari arkeologi sampai tradisi Bugis Makassar. Cahaya pagi yang miring membuat tekstur batu lebih dramatis. Hormati ruang pamer, hindari flash, dan rekam ambience langkah di lantai kayu sebagai lapisan audio.
Pelabuhan Paotere kapal pinisi dan ritme kerja
Paotere adalah jantung tradisi pelayaran. Kapal kayu besar berjejer, muatan karung dan kayu dipindahkan manual, pekerja berceloteh sambil tertawa. Minta izin sebelum merekam close up pekerja. Beli minuman dingin di warung kecil sebagai tanda terima kasih. Ini tempat terbaik untuk merekam transisi antara kota dan lautan.
Gowa Discovery Park dan kawasan Somba Opu
Di sisi selatan terdapat koridor kawasan bersejarah Benteng Somba Opu dan area rekreasi keluarga. Untuk perekaman budaya, fokuskan perhatian pada jejak arsitektur dan diorama tradisi. Untuk keluarga, area ini memberi jeda yang menyenangkan di antara padatnya jadwal kuliner dan laut.
Pecinan dan belanja oleh oleh di Jalan Somba Opu
Kawasan ini menjadi koridor belanja suvenir, sarung sutra Bugis, perhiasan, dan camilan kering. Siapkan uang tunai pecahan kecil. Tawar dengan santun dan tanyakan perawatan kain sebelum membeli.
Pulau Pulau Dekat Kota dan Petualangan Harian
Pulau Samalona pasir putih dan snorkeling ringan
Samalona adalah pulau kecil berpasir putih dengan air bening. Perjalanan perahu dari tepi kota sekitar 20 sampai 30 menit tergantung cuaca. Aktivitas utama adalah snorkeling ringan, berjalan mengelilingi pulau, dan bersantai. Pakai pelampung, gunakan tabir surya ramah laut, serta bawa dry bag untuk perlengkapan kamera.
Pulau Kodingareng Keke karang dangkal dengan warna biru pekat
Pulau tak berpenghuni ini terkenal dengan gradasi air yang fotogenik. Ombak bisa lebih aktif dibanding Samalona. Pilih hari dengan angin tenang. Untuk konten, ambil aerial establishing bila izin tersedia, lalu close up karang dangkal dari permukaan menggunakan action cam.
Pulau Lae Lae tetangga terdekat untuk sore santai
Lae Lae adalah pulau terdekat dari kota. Cocok untuk setengah hari menutup sore. Jalan kaki di tepi pantai, ngobrol dengan warga, dan cicipi ikan bakar sederhana. Pulau ini memberi gambaran bagaimana kehidupan pesisir dan kota bertemu di jarak yang sangat dekat.
Karst Rammang Rammang di Maros lembah kapur dan sungai payau
Sekitar satu jam perjalanan ke utara, kawasan karst menampilkan tebing kapur, sungai berliku, dan sawah yang memantulkan langit. Sewa perahu kecil untuk menyusuri sungai di pagi hari. Rekam kabut tipis yang menari di atas air, lalu ambil B roll tekstur batu kapur dan padi muda. Tempat ini menjadi kontras yang kuat terhadap wajah pelabuhan Makassar.
Leang Leang jejak prasejarah di dinding gua
Masih di wilayah Maros, Leang Leang menyimpan jejak seni cadas prasejarah. Hormati aturan kawasan, jangan menyentuh dinding gua, dan jaga volume. Gambar di sini memberi kedalaman narasi ketika Anda bercerita tentang panjangnya peradaban di pesisir Sulawesi Selatan.
Itinerary Rekomendasi
Itinerary 24 jam singkat padat namun berkesan
- Pagi mulai dari Fort Rotterdam untuk pembuka sejarah. Geser ke Paotere merekam aktivitas pelabuhan, lalu makan siang coto atau sop saudara.
- Sore ke Pulau Lae Lae untuk duduk di pasir dan menutup dengan warna senja.
- Malam kembali ke Losari, nikmati pisang epe, kopi, serta street footage lampu kota.
Itinerary 48 jam kota, pulau, dan kuliner
- Hari 1 Rotterdam dan Paotere pagi, makan siang konro bakar, sore Losari dan masjid terapung, malam kuliner seafood.
- Hari 2 day trip pulau Samalona dan Kodingareng Keke. Sore belanja suvenir di Jalan Somba Opu, malam coba mie titi dan es pisang ijo.
Itinerary 3 hari 2 malam tambah lanskap karst
- Hari 1 kota historis dan pesisir Rotterdam, Paotere, Losari.
- Hari 2 island hopping dua pulau dan snorkeling ringan.
- Hari 3 Rammang Rammang pagi, kembali ke kota untuk kuliner siang, lalu pulang.

Kuliner Makassar yang Wajib Dicoba
Coto Makassar
Sup daging dengan kuah kacang yang kaya bumbu. Disajikan dengan ketupat kecil dan sambal tauco. Pilih potongan daging yang Anda suka, dari daging empuk sampai jeroan.
Konro dan konro bakar
Iga sapi empuk dengan kuah hitam rempah atau dibakar dengan bumbu manis gurih. Sajikan dengan buras atau nasi hangat. Untuk konten, potret serat daging yang lepas dengan cahaya miring agar terlihat mengilap.
Sop saudara
Kuah bening berbumbu dengan potongan daging, bihun, dan perkedel. Rasa ringan yang menyegarkan setelah seharian memotret di bawah matahari.
Pallubasa
Kuah rempah dengan kelapa sangrai yang memberi aroma khas. Biasanya disajikan dengan nasi, taburan bawang goreng, dan jeruk nipis.
Ikan bakar parape dan pallu mara
Ikan segar dari Paotere diolah dengan bumbu parape yang manis gurih. Pallu mara menawarkan kuah asam pedas yang segar. Pilih kerapu, baronang, atau ikan sesuai musim tangkapan.
Jalangkote dan pisang epe
Jalangkote adalah pastel lokal dengan isian sayur dan mie, disajikan dengan sambal cuka. Pisang epe yang dipipihkan, dipanggang, lalu dituangi gula merah cair adalah ikon senja Losari.
Es pisang ijo, barongko, dan sarabba
Es pisang ijo memberi jeda manis yang dingin. Barongko adalah puding pisang kukus dalam daun. Sarabba minuman jahe dengan santan dan gula aren, cocok untuk malam berangin di tepi laut.
Mie titi
Mie kering yang disiram kuah kental berisi sayuran, ayam, atau seafood. Tekstur kriuk mie dengan kuah hangat menghasilkan kontras yang menyenangkan di kamera.
Rute Vlog dan Tips Produksi
Struktur cerita yang mengalir
- Pembuka establishing shot Fort Rotterdam atau aerial koridor Losari. Sisipkan teks lokasi singkat.
- Aktivitas pelabuhan Paotere untuk human story. Wawancara singkat tentang muatan hari itu.
- Ruang publik Losari menjelang senja, masjid terapung, pedagang pisang epe.
- Pulau Samalona atau Kodingareng Keke untuk warna biru laut, snorkel POV.
- Kuliner meja sederhana, asap konro, tetes kuah coto.
- Penutup sunset dan voice over reflektif tentang kota pelabuhan yang ramah.
B roll wajib
Gemericik air di dermaga, tangan menabur garam di ikan bakar, asap yang naik dari bara, riak air di tepi pulau, percakapan pelan di warung kopi.
Peralatan yang efektif
- Lensa 16 sampai 35 mm untuk lanskap dan ruang publik, 50 sampai 85 mm untuk kuliner dan potret.
- Mic clip on dan perekam ambience, karena angin laut sering mendominasi.
- Polarizer untuk menekan silau air, ND untuk menjaga shutter saat siang terik.
- Dry bag kecil untuk kamera saat naik perahu.
Anggaran dan Estimasi Biaya 2 hari 1 malam per orang
Komponen | Hemat IDR | Nyaman IDR |
---|---|---|
Transport bandara kota pulang pergi | 120.000 250.000 | 250.000 450.000 |
Sewa motor atau transport lokal | 90.000 180.000 | 200.000 400.000 |
Perahu pulau terdekat | 120.000 250.000 | 250.000 500.000 |
Makan minum 4 kali | 160.000 320.000 | 320.000 600.000 |
Penginapan 1 malam | 200.000 450.000 | 500.000 1.000.000 |
Tiket masuk situs dan parkir | 20.000 50.000 | 50.000 100.000 |
Ngopi dan camilan | 50.000 120.000 | 120.000 200.000 |
Total estimasi | 760.000 1.620.000 | 1.690.000 3.250.000 |
Angka bersifat indikatif, bisa naik turun mengikuti musim liburan, cuaca laut, serta pilihan akomodasi. Berbagi kapal dengan rombongan lain dan makan di warung lokal membantu menekan biaya.
Musim, Cuaca, dan Waktu Terbaik
Pola cuaca pesisir
Makassar bercuaca panas lembap sepanjang tahun. Musim kemarau memberi langit biru pekat dan warna laut yang kuat. Musim hujan menghadirkan awan dramatis untuk foto, tetapi perhatikan keselamatan saat menyeberang ke pulau. Selalu cek prakiraan angin dan gelombang sebelum berlayar.
Jam emas untuk kamera
- Pagi 06.00 sampai 09.00 di pelabuhan, Rotterdam, dan Rammang Rammang.
- Sore 16.30 sampai 18.30 di Losari, masjid terapung, dan dermaga pulau.
- Malam 19.00 sampai 22.00 untuk street food, kopi, dan lampu kota.
Aksesibilitas dan Keluarga
Ramah keluarga
Losari memiliki trotoar lebar dan area datar yang nyaman untuk stroller. Benteng Rotterdam relatif landai di halaman, kecuali tangga ke beberapa bangunan. Untuk pulau, pilih perahu berkanopi dan pastikan tersedia pelampung anak.
Disabilitas dan lansia
Pilih penginapan yang memiliki lift dan kamar lantai bawah. Untuk kunjungan pulau, komunikasikan kebutuhan kursi tambahan atau pegangan naik turun perahu. Di situs bersejarah, gunakan jalur yang sudah disiapkan pengelola dan minta pendampingan jika perlu.

Keamanan, Etika, dan Konservasi
Di kota dan pelabuhan
- Simpan barang berharga di tas yang tertutup rapat.
- Minta izin bila merekam close up pekerja pelabuhan atau pedagang pasar.
- Hormati jam ibadah di masjid dan gereja, berpakaian sopan saat memasuki ruang sakral.
Di laut dan pulau
- Selalu menggunakan pelampung saat menyeberang.
- Jangan menginjak karang dan jangan memberi makan ikan.
- Gunakan tabir surya ramah laut.
- Bawa kembali semua sampah, termasuk puntung rokok dan plastik kecil.
Belanja Oleh Oleh
Apa yang bisa dibawa pulang
- Sarung sutra Bugis dengan motif klasik. Tanyakan perawatan agar warna tetap cemerlang.
- Kerajinan perak dan emas dari koridor Somba Opu, pilih toko tepercaya.
- Kopi Sulawesi dan kacang disko sebagai camilan perjalanan.
- Minyak gosok tradisional dan rempah kering untuk stok dapur.
Tips negosiasi
Tawar seperlunya, apresiasi kerja pengrajin, dan minta kuitansi pembelian untuk barang bernilai tinggi. Interaksi ramah membuka pintu cerita yang sering tidak ada di brosur.
Tips Praktis Sebelum Berangkat
Dokumen dan logistik
- Simpan identitas dan tiket digital di ponsel serta cadangan offline.
- Bawa power bank, colokan cabang, dan kabel cadangan.
- Gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan di batu dermaga dan lantai batu candi.
- Siapkan botol minum isi ulang dan kantong belanja lipat.
Kesehatan di iklim panas
- Minum rutin, bahkan saat tidak haus.
- Gunakan topi, kacamata UV, dan tabir surya.
- Makan bertahap agar tubuh tidak kaget oleh menu berbumbu kuat.
FAQ Singkat
Kapan waktu terbaik menikmati senja di Losari
Satu jam sebelum matahari terbenam hingga langit berubah gelap. Datang lebih awal agar mendapat posisi yang bebas dari kerumunan.
Apakah pulau dekat kota aman untuk pemula
Aman untuk pemula pada cuaca tenang. Gunakan pelampung, ikuti arahan nakhoda, dan pilih rute yang tidak terlalu jauh pada kunjungan pertama.
Apakah perlu pemandu untuk Rammang Rammang
Tidak wajib, namun pemandu lokal membantu memilih jalur perahu dan titik foto terbaik, sekaligus menjelaskan cerita setempat.
Bagaimana koneksi internet
Operator besar umumnya stabil di kota. Di pulau dan karst sinyal bisa melemah. Unduh peta offline sebagai cadangan.
Kota Pelabuhan yang Menyambut Kembali
Makassar mengajarkan bahwa sebuah kota pelabuhan tidak berhenti pada deru mesin kapal. Ada sapaan ramah di warung kopi, asap tipis dari panggangan pisang, tangan yang cekatan mengikat tali di Paotere, dan permukaan laut yang memantulkan lampu malam seperti benang perak. Setiap kunjungan selalu memberi warna baru, dari biru bening di pulau karang hingga hijau padi di Rammang Rammang. Datanglah dengan rasa ingin tahu, berjalanlah pelan, hormati adat dan laut, lalu pulang dengan kartu memori penuh gambar yang menghangatkan hati. Saya yakin, setelah sekali, Anda akan ingin kembali.