Taman Nasional Bunaken bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah surga bawah laut yang menjadi ikon keindahan laut Indonesia. Berada di Sulawesi Utara, tepatnya di Teluk Manado, taman nasional ini telah dikenal dunia sebagai salah satu spot diving terbaik. Di sini, wisatawan disuguhkan pemandangan laut tropis yang jernih, terumbu karang yang masih terjaga, dan kehidupan biota laut yang sangat beragam. Tidak heran jika Bunaken menjadi kebanggaan pariwisata bahari Indonesia yang kerap masuk dalam daftar destinasi impian para penyelam internasional.
Sejarah Taman Nasional Bunaken dari 1991 hingga Sekarang
Pada tahun 1991, pemerintah Indonesia menetapkan Bunaken sebagai taman nasional laut pertama di negeri ini. Luasannya yang mencapai 89.065 hektar mencakup daratan pulau dan perairan, menjadikannya salah satu taman laut terbesar di Indonesia. Penetapan ini dilakukan untuk menanggapi meningkatnya perhatian dunia terhadap pentingnya perlindungan terumbu karang dan ekosistem laut tropis.
Memasuki akhir dekade 1990-an, Bunaken mulai dikenal luas oleh komunitas penyelam internasional. Wisatawan asing terutama dari Eropa dan Amerika mendatangi Sulawesi Utara untuk menjelajahi dinding karang yang spektakuler. Hal ini mendorong berkembangnya industri wisata bahari, termasuk berdirinya resort dan operator diving di sekitar Manado serta Pulau Bunaken.
Pada tahun 2005, Bunaken masuk dalam tentative list UNESCO World Heritage Site sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa. Meskipun status resminya masih dalam proses, pencantuman ini semakin menguatkan posisi Bunaken sebagai destinasi penting dalam peta pariwisata dunia.

Dalam dua dekade terakhir, berbagai program konservasi dilakukan. Lembaga swadaya masyarakat bersama pemerintah gencar mengadakan rehabilitasi terumbu karang, pelatihan masyarakat lokal tentang wisata berkelanjutan, dan monitoring biota laut. Tahun 2010-an juga menjadi momentum penting dengan semakin banyaknya wisatawan domestik yang mengenal Bunaken seiring promosi besar-besaran Wonderful Indonesia.
Kini, Bunaken tidak hanya menjadi tujuan wisatawan mancanegara, tetapi juga kebanggaan nasional. Keindahan lautnya kerap diabadikan dalam kampanye pariwisata Indonesia, sekaligus menjadi bukti bahwa negeri ini memiliki kekayaan bawah laut yang tak tertandingi.
Seorang pemandu lokal pernah berkata kepada penulis, “Dulu kami hanya nelayan biasa, tapi setelah Bunaken jadi taman nasional, hidup kami berubah. Kami belajar menyelam, memandu turis, dan menjaga laut. Bunaken memberi kami masa depan.” Cerita ini memperlihatkan bagaimana sejarah Bunaken juga turut membentuk identitas masyarakat setempat.
Aktivitas Wisata di Bunaken
Bunaken menawarkan ragam aktivitas yang membuat wisatawan dari berbagai latar belakang bisa menikmatinya, tidak terbatas hanya pada penyelam profesional.
Diving
Bunaken memiliki lebih dari 20 spot diving kelas dunia seperti Lekuan I, II, dan III, Mandolin, hingga Fukui Point. Setiap titik memiliki karakteristik unik, mulai dari dinding karang vertikal hingga gua bawah laut yang penuh misteri. Kedalaman air yang bisa mencapai 1.500 meter di sisi barat Bunaken menjadikannya lokasi menantang sekaligus indah.

Snorkeling
Bagi yang tidak memiliki lisensi menyelam, snorkeling menjadi aktivitas favorit. Kejernihan air dengan visibilitas mencapai 20–30 meter memungkinkan wisatawan melihat karang dan ikan berwarna-warni hanya dengan masker dan snorkel. Pulau Siladen dan Pantai Liang sering dipilih karena aksesnya mudah untuk snorkeling.
Island Hopping
Mengunjungi lima pulau utama di kawasan taman nasional adalah pengalaman tersendiri. Wisatawan bisa berlayar menggunakan perahu tradisional dan singgah di Bunaken, Siladen, Manado Tua, Mantehage, dan Nain. Setiap pulau menawarkan daya tarik berbeda, dari pantai berpasir putih hingga desa nelayan yang autentik.
Wisata Budaya dan Kuliner
Selain laut, wisatawan bisa berinteraksi dengan masyarakat lokal, belajar tentang budaya Minahasa, hingga menikmati hidangan khas seperti ikan woku belanga, rica-rica, dan bubur Manado. Kuliner ini biasanya disajikan di rumah-rumah makan sederhana milik warga, sehingga memberi pengalaman otentik.
Fotografi Bawah Laut
Bunaken adalah surganya fotografer bawah laut. Biota laut seperti penyu, kuda laut kerdil, hingga schooling fish sering menjadi buruan kamera. Banyak fotografer internasional menjadikan Bunaken sebagai lokasi kompetisi dan pameran foto bawah laut.

Sunset dan Relaxing di Pantai
Setelah seharian beraktivitas, menikmati matahari terbenam di Bunaken adalah momen yang tak boleh dilewatkan. Langit jingga yang berpadu dengan siluet gunung Manado Tua memberikan pemandangan dramatis yang sering disebut-sebut sebagai salah satu sunset terbaik di Indonesia.
Dalam pengalaman pribadi, penulis pernah duduk di dermaga kecil Pulau Bunaken saat matahari terbenam. “Angin laut membawa aroma asin yang menenangkan, sementara suara ombak berpadu dengan tawa anak-anak lokal yang bermain di pantai. Saat itu saya merasa, inilah harmoni sempurna antara alam dan kehidupan manusia,” tulis saya dalam catatan perjalanan.
Pesona Bawah Laut yang Mendunia
Pesona bawah laut Taman Nasional Bunaken adalah alasan utama mengapa kawasan ini menjadi ikon wisata bahari Indonesia yang dikenal hingga mancanegara. Lautan biru yang jernih dengan visibilitas mencapai 20–30 meter membuka tabir dunia bawah laut penuh warna yang seolah tak ada habisnya untuk dijelajahi. Bunaken memang bukan sekadar destinasi, melainkan sebuah panggung raksasa tempat ribuan biota laut hidup harmonis di antara dinding karang yang menjulang.

Surga Terumbu Karang
Bunaken memiliki lebih dari 390 jenis terumbu karang yang menyusun ekosistem bawah lautnya. Dinding karang vertikal yang curam, bahkan ada yang mencapai kedalaman 1.500 meter, menjadi daya tarik utama bagi para penyelam. Struktur karang ini dihiasi aneka warna alami, dari merah terang hingga biru lembut, yang terlihat seperti lukisan hidup. Spot terkenal seperti Lekuan I, II, dan III sering disebut-sebut sebagai “The Wall Diving Paradise” karena keindahan dinding karangnya yang spektakuler.
Saya sendiri pernah merasakan pengalaman menyelam di Lekuan II. “Saat menuruni dinding karang, saya merasa seperti melayang di antara katedral alami bawah laut. Warna-warni koral yang berpadu dengan ikan kecil yang bergerak serempak sungguh membuat saya lupa bahwa saya sedang berada jauh di bawah permukaan.”
Rumah Bagi Ribuan Biota Laut
Lebih dari 90 spesies ikan menghuni Bunaken, dari yang kecil hingga predator besar. Ada schooling fish seperti barakuda dan jackfish yang berenang berkelompok membentuk formasi indah. Penyu hijau sering terlihat melintas dengan gerakan anggun, sementara kuda laut kerdil dan nudibranch berwarna-warni menjadi incaran fotografer bawah laut. Tidak jarang, dugong—mamalia laut langka—juga terlihat di padang lamun sekitar Mantehage.
Spot seperti Fukui Point menjadi favorit karena dihuni oleh giant clams berusia ratusan tahun. Sementara itu, Mandolin Reef menawarkan suasana tenang dengan soft coral yang lembut berayun mengikuti arus. Keanekaragaman ini menjadikan Bunaken bukan hanya indah, tapi juga laboratorium hidup bagi para peneliti biologi laut.

Surga Fotografi Bawah Laut
Bagi pecinta fotografi, Bunaken adalah surga. Airnya yang jernih membuat setiap momen bisa diabadikan dengan jelas. Banyak kompetisi foto bawah laut internasional yang memilih Bunaken sebagai lokasi karena keberagaman obyeknya, dari makro hingga wide-angle. Fotografer bisa mengabadikan detail nudibranch kecil berwarna neon, lalu dalam kesempatan lain memotret formasi besar ikan trevally yang berputar bagai tornado.
Seorang fotografer asing yang pernah saya temui di dermaga berkata, “Di banyak tempat, saya harus menyelam berulang kali untuk mendapatkan satu foto bagus. Tapi di Bunaken, setiap penyelaman memberi saya puluhan foto berharga.” Ucapan ini menunjukkan betapa melimpahnya keindahan bawah laut Bunaken.
Snorkeling yang Setara Diving
Bagi yang tidak memiliki sertifikat menyelam, snorkeling di Bunaken pun sudah cukup untuk merasakan pesona bawah lautnya. Perairan dangkal di sekitar Pulau Siladen dan Pantai Liang terkenal memiliki terumbu karang yang dekat dengan permukaan. Dari hanya beberapa meter kedalaman, wisatawan bisa melihat ikan-ikan tropis berwarna cerah yang berenang bebas.
Suatu kali saya mencoba snorkeling di Pantai Liang. “Dengan hanya masker sederhana, saya bisa melihat karang berwarna biru dan ungu, ikan badut yang bermain di anemon, dan gerombolan ikan kecil yang berkilau terkena sinar matahari. Rasanya seperti menonton film dokumenter, tapi kali ini saya berada langsung di dalamnya.”
Bunaken bukan hanya menawarkan panorama bawah laut, tetapi juga pengalaman spiritual. Keheningan di kedalaman laut, gerakan anggun biota, dan keindahan karang membuat setiap orang yang menyelam atau snorkeling merasa lebih dekat dengan alam.
Seorang penyelam profesional yang pernah mengunjungi Bunaken mengatakan, “Saat pertama kali menyelam di Bunaken, saya merasa seakan masuk ke dunia lain. Airnya begitu jernih, dan dinding karangnya seperti lukisan raksasa penuh warna yang hidup.” Ungkapan ini mencerminkan betapa luar biasanya pengalaman menyelam di Bunaken yang sulit ditemukan di tempat lain.
Daftar Penginapan di Sekitar Bunaken
Berwisata ke Taman Nasional Bunaken tidak lengkap rasanya tanpa merasakan pengalaman menginap di penginapan khas pulau yang menawarkan nuansa tropis, pemandangan laut, serta keramahan masyarakat lokal. Di sekitar Bunaken, mulai dari pulau utama hingga kota Manado, terdapat beragam pilihan penginapan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan, baik untuk penyelam profesional, keluarga, hingga backpacker.

Bunaken Cha Cha Nature Resort
Resort ini terletak di sisi timur Pulau Bunaken dan dikenal dengan suasana tenang serta panorama laut yang spektakuler. Cha Cha Nature Resort hanya memiliki beberapa bungalow sehingga memberi nuansa privat dan eksklusif. Fasilitas diving center di sini juga sangat direkomendasikan bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi spot-spot bawah laut terdekat.
Dalam catatan saya saat berkunjung, “Bangun pagi dengan suara ombak dan pemandangan Laut Sulawesi di depan kamar membuat saya merasa seperti memiliki pulau pribadi.”
Bunaken Oasis Dive Resort & Spa
Bagi pencinta diving, Bunaken Oasis Dive Resort adalah surga tersendiri. Resort ini dilengkapi dengan fasilitas diving center modern, kapal selam pribadi, hingga fotografer bawah laut profesional. Setiap vila dirancang dengan interior kayu tropis yang menyatu dengan alam. Lokasinya di tepi pantai memungkinkan wisatawan langsung menyelam dari dermaga resort.
Two Fish Divers Bunaken
Penginapan ini populer di kalangan backpacker dan penyelam muda. Harga yang lebih ramah di kantong membuat Two Fish Divers menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin fokus pada aktivitas diving. Meski sederhana, suasananya hangat dengan konsep community-based, di mana tamu bisa berinteraksi dan berbagi pengalaman menyelam.

Siladen Resort & Spa
Resort bintang lima ini berada di Pulau Siladen dan menjadi salah satu akomodasi mewah di kawasan Bunaken. Siladen Resort & Spa menawarkan vila-vila dengan desain elegan, kolam renang menghadap laut, serta layanan spa berkelas internasional. Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin berlibur dengan kenyamanan maksimal sekaligus menikmati aktivitas diving dan snorkeling.
Bastianos Bunaken Dive Resort
Resort ini dikenal dengan pemandangan matahari terbenam yang indah. Selain itu, Bastianos menawarkan penginapan nyaman dengan pilihan kamar menghadap laut. Lokasinya strategis dengan akses cepat ke beberapa spot diving populer di Bunaken. Suasana resort yang santai sangat cocok untuk wisatawan yang ingin berlibur sambil bersosialisasi dengan sesama traveler.
Living Colours Dive Resort
Sebuah penginapan dengan konsep ramah lingkungan yang memadukan kenyamanan sederhana dengan lokasi strategis untuk menyelam. Living Colours Dive Resort memiliki rumah kayu tradisional yang menyatu dengan vegetasi tropis di sekitar pulau. Resort ini banyak dipilih oleh fotografer bawah laut karena aksesnya dekat dengan titik selam penuh warna.
Rekomendasi Kuliner di Sekitar Area Bunaken
Selain keindahan bawah lautnya, Taman Nasional Bunaken juga menyimpan pesona kuliner khas Sulawesi Utara yang kaya rasa. Bagi wisatawan, mencicipi hidangan lokal setelah seharian snorkeling atau diving adalah pengalaman yang tak kalah berkesan. Kuliner di sekitar Bunaken biasanya sederhana, segar, dan penuh bumbu khas Manado yang terkenal pedas dan aromatik.

Ikan Bakar Rica-Rica
Hidangan ini menjadi ikon kuliner Bunaken. Ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat dibakar dengan bumbu rica-rica khas Minahasa yang pedas dan wangi. Disajikan bersama nasi hangat dan sambal dabu-dabu, rasanya begitu otentik. Menikmati ikan bakar di pinggir pantai sambil mendengar suara ombak benar-benar menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Dalam catatan perjalanan saya, “Setiap gigitan ikan bakar rica-rica di Bunaken terasa lebih segar, seakan bumbu pedasnya berpadu sempurna dengan aroma laut yang masih menempel di daging ikannya.”
Bubur Manado (Tinutuan)
Bagi wisatawan yang menginap di homestay lokal, bubur Manado biasanya menjadi menu sarapan pagi. Bubur ini terbuat dari campuran labu, jagung, bayam, kangkung, dan sayuran lain yang direbus bersama beras hingga menjadi bubur gurih. Tinutuan biasanya disajikan dengan ikan asin dan sambal roa. Rasanya menenangkan sekaligus penuh gizi, sangat cocok setelah aktivitas menyelam.
Woku Belanga
Woku belanga adalah hidangan berkuah dengan bumbu rempah segar seperti kemangi, kunyit, daun jeruk, dan cabai. Ikan atau ayam dimasak dalam kuah woku sehingga menghasilkan rasa pedas segar yang menggugah selera. Di beberapa warung lokal di Bunaken, wisatawan bisa mencicipi woku belanga menggunakan ikan laut segar yang baru ditangkap nelayan.
Sambal Dabu-Dabu
Tidak lengkap rasanya makan di Bunaken tanpa sambal dabu-dabu. Sambal khas Manado ini terbuat dari cabai rawit, tomat segar, bawang, dan perasan jeruk lokal yang memberikan rasa pedas sekaligus asam segar. Biasanya disajikan sebagai pendamping ikan bakar atau gorengan laut.

Cakalang Fufu
Cakalang fufu adalah ikan cakalang asap khas Minahasa yang memiliki rasa gurih dan tekstur padat. Wisatawan bisa menemukannya di beberapa warung makan di sekitar Bunaken atau membelinya di pasar Manado sebelum menyeberang ke pulau. Cakalang fufu sering diolah menjadi cakalang rica-rica atau ditumis dengan sayur kangkung.
Pisang Goroho Goreng
Sebagai camilan sore, pisang goroho goreng bisa jadi pilihan. Pisang khas Sulawesi Utara ini digoreng dan biasanya disajikan dengan sambal roa. Kombinasi gurih, manis, dan pedas membuat camilan ini unik sekaligus memorable.
Kelapa Muda Segar
Setelah lelah beraktivitas di laut, tidak ada yang lebih menyegarkan daripada kelapa muda segar. Hampir di setiap warung atau homestay di Pulau Bunaken, wisatawan bisa menikmati kelapa muda yang langsung dipetik dari pohonnya.
Seorang pemilik warung di Pulau Bunaken pernah berkata kepada saya, “Bahan makanan di sini sederhana, tapi selalu segar. Apa yang kami masak hari ini biasanya hasil laut yang baru ditangkap pagi tadi.” Ucapan itu terbukti ketika saya mencicipi ikan bakar di warungnya yang terasa manis alami dan lembut, berbeda dengan ikan di kota besar.
Tips untuk Pemula / First Timer yang ingin ke Bunaken
Mengunjungi Taman Nasional Bunaken untuk pertama kalinya adalah pengalaman istimewa yang akan membuka mata tentang betapa kayanya laut Indonesia. Namun, bagi wisatawan pemula, ada baiknya mengetahui beberapa tips praktis agar perjalanan lebih nyaman, aman, dan meninggalkan kesan terbaik.
Pilih Waktu Kunjungan yang Tepat
Musim kemarau antara Mei hingga Oktober adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke Bunaken. Pada periode ini, laut lebih tenang, visibilitas bawah laut bisa mencapai 30 meter, dan aktivitas snorkeling maupun diving lebih aman. Meski begitu, musim hujan pun tetap memungkinkan untuk menyelam, hanya saja ombak bisa sedikit lebih besar.
Persiapkan Kesehatan untuk Aktivitas Laut
Bunaken identik dengan aktivitas snorkeling dan diving, jadi penting untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima. Jika berencana menyelam, pastikan memiliki sertifikat diving atau gunakan jasa instruktur resmi di Bunaken. Untuk yang baru pertama kali snorkeling, jangan lupa membawa obat anti mabuk laut jika rentan pusing di perahu.
Bawa Perlengkapan Snorkeling atau Diving Sendiri (Jika Ada)
Meskipun banyak resort dan operator tur yang menyediakan peralatan lengkap, membawa peralatan pribadi seperti masker snorkeling, fin, atau wetsuit bisa membuat pengalaman lebih nyaman dan higienis. Namun, bagi first timer, menyewa alat di lokasi tetap pilihan yang aman dan praktis.
Hormati Ekosistem Laut
Bunaken adalah kawasan konservasi, sehingga ada aturan ketat yang harus dipatuhi. Jangan menginjak terumbu karang, jangan memberi makan ikan, dan jangan membuang sampah ke laut. Menggunakan sunblock ramah lingkungan juga sangat disarankan agar tidak merusak ekosistem laut.
Seorang instruktur diving di Bunaken pernah berkata kepada saya, “Setiap kali kita menyelam, ingatlah bahwa kita adalah tamu di rumah makhluk laut. Jangan pernah menjadi tamu yang merusak.” Pesan itu masih saya ingat sampai sekarang.

Pilih Penginapan Sesuai Gaya Perjalanan
Jika ingin suasana autentik dan dekat dengan masyarakat lokal, menginaplah di homestay di Pulau Bunaken. Untuk kenyamanan ekstra, pilih resort dengan fasilitas diving center. Sedangkan jika ingin akses mudah ke fasilitas kota, menginap di Manado bisa menjadi opsi karena jarak tempuh ke Bunaken hanya sekitar 40–50 menit dengan perahu.
Siapkan Uang Tunai
Di pulau-pulau sekitar Bunaken, fasilitas ATM hampir tidak tersedia. Sebaiknya siapkan uang tunai sejak dari Manado untuk membayar homestay, makan di warung lokal, atau membeli cenderamata.
Jangan Lewatkan Kuliner Lokal
Mencicipi ikan bakar rica-rica, bubur Manado, atau sambal dabu-dabu langsung dari tangan penduduk lokal akan membuat perjalanan terasa lebih lengkap. Banyak homestay yang sudah menyediakan menu masakan rumahan khas Sulawesi Utara.
Gunakan Jasa Pemandu Lokal
Bagi first timer, menyewa jasa pemandu lokal sangat disarankan. Selain membantu mengenal spot terbaik untuk snorkeling dan diving, mereka juga bisa berbagi cerita budaya dan kehidupan masyarakat pulau. Pengalaman terasa lebih hangat dan otentik.
Awalnya saya gugup untuk snorkeling karena arus laut terlihat kuat. Namun dengan bimbingan pemandu lokal, saya bisa menikmati dunia bawah laut yang begitu menakjubkan. Perasaan takut berubah menjadi kagum luar biasa.
Kategori Biaya | Rincian | Estimasi Harga (IDR) |
---|---|---|
Transportasi ke Manado | Tiket pesawat Jakarta – Manado PP (ekonomi, maskapai reguler) | 2.000.000 – 3.500.000 |
Transportasi ke Bunaken | Speedboat dari Manado ke Bunaken (sharing boat, PP) | 150.000 – 250.000 |
Sewa private boat PP (opsional, max 10 orang) | 1.000.000 – 1.500.000 | |
Akomodasi | Homestay lokal (per malam, termasuk makan 3x) | 250.000 – 400.000 |
Resort menengah (per malam) | 700.000 – 1.500.000 | |
Resort mewah (per malam) | 2.500.000 – 5.000.000 | |
Makan & Minum | Warung lokal (per kali makan) | 30.000 – 60.000 |
Restoran resort (per kali makan) | 100.000 – 250.000 | |
Aktivitas | Snorkeling (alat + guide) | 150.000 – 300.000 |
Diving fun dive (1x, sewa alat) | 500.000 – 800.000 | |
Diving paket 3x selam | 1.500.000 – 2.000.000 | |
Tiket masuk Taman Nasional Bunaken (wisatawan domestik, berlaku 1 tahun) | 50.000 | |
Lain-lain | Cinderamata (kaos, kerajinan, dll.) | 50.000 – 200.000 |
Kelapa muda segar di pantai | 15.000 – 25.000 |
💡 Estimasi total untuk first timer (3 hari 2 malam, homestay + snorkeling): sekitar 3,5 juta – 5 juta rupiah sudah termasuk tiket pesawat, penginapan, makan, dan aktivitas utama.
💡 Jika memilih resort mewah + diving paket lengkap: bisa mencapai 8 juta – 12 juta rupiah per orang.
Dalam pengalaman saya sendiri saat menghitung biaya perjalanan ke Bunaken, “Awalnya saya kira harus menyiapkan budget besar, ternyata dengan memilih homestay dan snorkeling saja, biaya terasa cukup terjangkau untuk destinasi sekelas Bunaken yang mendunia.”
Kehidupan Masyarakat dan Budaya Lokal
Sebagian besar penduduk di pulau-pulau sekitar Bunaken berprofesi sebagai nelayan. Laut menjadi sumber utama penghidupan mereka sejak turun-temurun. Namun, seiring berkembangnya pariwisata, banyak masyarakat yang kini bekerja sebagai pemandu selam, pemilik homestay, maupun pekerja di resort. Transformasi ini membawa perubahan sosial-ekonomi yang signifikan: dari yang awalnya bergantung sepenuhnya pada hasil laut, kini mereka juga mengandalkan sektor wisata.
Budaya masyarakat Bunaken masih sangat kental dengan keramahan khas Sulawesi Utara. Bahasa sehari-hari mereka adalah bahasa Manado yang cair dan penuh keakraban, sehingga wisatawan cepat merasa diterima. Musik bambu dan tarian tradisional seperti Kabasaran kadang ditampilkan untuk menyambut tamu atau saat acara budaya.

Kuliner pun menjadi bagian dari identitas lokal. Hidangan seperti ikan bakar rica-rica, tinutuan (bubur Manado), hingga sambal dabu-dabu sering disajikan langsung oleh keluarga yang membuka homestay. Hal ini memberikan pengalaman wisata budaya yang otentik.
Saya pernah berbincang dengan seorang bapak pemilik homestay di Pulau Bunaken. Ia berkata, “Dulu kami hanya tahu melaut untuk makan sehari-hari, sekarang kami juga belajar menyambut tamu dari berbagai negara. Anak-anak kami bahkan ada yang jadi instruktur diving. Laut bukan hanya sumber makanan, tapi juga sumber ilmu dan rezeki.” Ucapan itu memperlihatkan bagaimana budaya lokal kini beradaptasi dengan pariwisata tanpa kehilangan akar tradisionalnya.
Upaya Konservasi dan Tantangan
Bunaken adalah rumah bagi ratusan spesies ikan, terumbu karang, hingga satwa langka seperti penyu hijau. Keindahan ini hanya bisa bertahan jika dijaga. Karena itu, sejak kawasan ini ditetapkan sebagai taman nasional pada 1991, berbagai upaya konservasi dilakukan.
Masyarakat lokal dilibatkan dalam program co-management, di mana mereka bukan hanya penerima manfaat wisata, tetapi juga penjaga laut. Beberapa kelompok nelayan diajak untuk beralih dari praktik tangkap ikan merusak (seperti bom atau racun) menuju metode ramah lingkungan. Ada pula program edukasi bagi anak muda lokal tentang pentingnya terumbu karang, sehingga generasi berikutnya tumbuh dengan kesadaran ekologis.
Organisasi lokal dan internasional juga aktif dalam kegiatan konservasi, misalnya melakukan transplantasi karang, patroli laut, hingga kampanye penggunaan sunblock ramah lingkungan bagi wisatawan.
Namun, tantangan besar tetap ada. Ancaman utama bagi Bunaken antara lain:
- Pencemaran laut akibat sampah plastik yang terbawa arus dari daratan Manado.
- Overtourism, di mana jumlah wisatawan berlebihan bisa mengganggu ekosistem laut.
- Penangkapan ikan ilegal yang masih terjadi di beberapa titik terpencil.
- Dampak perubahan iklim, termasuk pemutihan karang akibat kenaikan suhu laut.
Seorang aktivis lingkungan yang saya temui di Manado mengatakan, “Setiap kali kita menyelam dan melihat terumbu karang indah, itu bukan hanya pemandangan, tapi tanggung jawab. Tantangan Bunaken bukan hanya menjaga agar tetap indah, tapi memastikan keindahan ini masih ada untuk anak cucu kita.”
Kehidupan masyarakat yang semakin terbuka pada wisata, berpadu dengan tantangan menjaga alam, membuat Bunaken menjadi laboratorium hidup tentang bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan laut.